DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA !!!
Merah putih berkibar di seluruh penjuru negeri,, dari sabang sampai merauke,, dari miangas sampai pulau rote..
Dari atas puncak gunung,, dari dinding tebing,, dari dalam goa,, dari dasar laut,,
semua mengabarkan berkibarnya merah putih,,
dan dunia pun tau…
merah putih di dinding tebing mandu
merah putih di dalam goa jomblang
merah putih di dasar laut bunaken
merah putih di atas puncak gunung rusia
merah putih di seluruh penjuru alam Indonesia
^^^^^^^
Merah Putih 21X12 Meter Dikibarkan di Tebing Anggeraja
ENREKANG — Untuk kedua kalinya, perayaan HUT RI ke-64 berbeda tahun ini di Enrekang. Pengibaran sang saka merah putih dilakukan di tebing Mandu Tontonan, Kecamatan Anggeraja, pada puncak HUT RI, Senin 17 Agustus.
Pengibaran bendera dengan ukuran 21x 12 meter tersebut dilakukan delapan anggota mahasiswa pencinta alam … (Mapala) Politeknik Negeri Makassar.
Acara tersebut mendapat perhatian ratusan warga yang penasaran ingin melihat prosesi pengibaran secara langsung, walaupun salah satu televisi swasta juga menyiarkan secara live.
Acara pengibaran bendera di tebing adalah hal yang kedua dilakukan kelompok Mapala Poltekneg Makassar. Ketua Mapala Poltekneg Makassar, Ahmad mengatakan, kegiatan tersebut akan menjadi kegiatan rutin setiap tahun. “Kita selalu ingin memperlihatkan sisi nasionalisme dengan menggelar kegiatan seperti ini. Insya Allah ini akan terus berlangsung setiap tahun,” ujar Ahmad.
Pada tahun sebelumnya,, merah putih berkibar pula di tebing spikul yang dilakukan puluhan anggota Federasi Panjat Tebing Se-Jawa Timur bersama anggota Komando Pasukan Katak atau Kopaska Surabaya dan Yonif 500 Raiders Malang. Beserta masyarakat setempat, mereka memilih mengibarkan Merah-Putih dengan ukuran besar ditebing yang terjal setinggi 200 Meter di Gunung Spikul, Trenggalek Jawa Timur.
^^^^^^^
Metrotvnews.com, Enrekang: Persiapan pengibaran bendera Merah-Putih di Tebing Mandu, Enrekang, Sulawesi Selatan, terus dilakukan tim Metro TV dan pencinta alam setempat, Senin (17/8) siang. Pengibaran bendera di salah satu tebing tersulit didaki di Asia itu kini mencapai 50 persen.
Bendera yang akan dikibarkan berukuran jumbo: 21 X 12 meter. Dijadwalkan bendera dibentangkan di sisi tebing yang berdiri tegak lurus setinggi 160 meter. Sejauh ini bagian bendera berwarna merah sudah bisa dilihat dari kejauhan.
Pengibaran Merah-Putih di Tebing Mandu adalah satu di antara tujuh rangkaian program Indonesia Bersatu: Kibar Sang Saka 17 Agustus. Selain di Tebing Mandu, Metro TV akan mengibarkan Merah-Putih di Istana Merdeka Jakarta; bawah laut Perairan Bunaken, Sulawesi Utara; dan gua Jomblang, Gunung Kidul, Jawa Tengah.
Sang Saka pun akan dikibarkan di kawah Tengger, Jawa Timur; Danau Toba, Sumatra Utara; dan Istana Siak, Riau.(ICH)
^^^^^^^
Merah putih di dasar laut Bunaken
17/08/2009 12:05
Liputan6.com, Manado: Terkait peringatan detik-detik peringatan kemerdekaan RI ke-64, Liputan 6 SCTV melaporkan dari berbagai tempat: upacara bendera bawah laut di Manado, Sulawesi Utara; pengibaran bendera di puncak Gunung Semeru; dan upacara di Istana Merdeka di Jakarta.
Menurut reporter SCTV Riko Anggara, usai upacara di dasar laut di Pantai Malalayang, pembacaan rekor dunia menyelam akan dibacakan tim Guiness Book of World Record. Upacara tersebut memang tak berbeda dengan yang biasanya karena juga terdapat pengibaran Merah Putih sampai pembacaan teks proklamasi. Kendati demikian, upacara ini diikuti oleh 2.486 peserta dengan catatan pria berumur 69 tahun sebagai peserta tertua. Ini merupakan bagian dari International Sail Bunaken.
Tak mudah melaksanakan upacara yang digelar di dasar laut itu. Menurut salah seorang peserta, surutnya air laut membuat pandangan kabur. Bukan cuma itu, suara dari komando depan juga tak jelas terdengar dari anggota upacara yang ada di belakang. Kendati demikian, mereka tetap bersemangat.
Sementara itu, upacara peringatan kemerdekaan RI di Istana Merdeka berlangsung khidmat. Dalam upacara ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampil sebagai inspektur upacara. Upacara ini diawali bunyi sirine dengan suara letusan tembakan sebanyak 17 kali. Sejumlah tamu dari kalangan menteri, pejabat, dan veteran pejuang kemerdekaan angkatan ’45 tampak memenuhi kursi undangan.
Upacara juga berlangsung meriah saat sejumlah lagu perjuangan dan tradisional dibawakan tim paduan suara Gita Bahari Nusantara yang terdiri dari sejumlah pelajar dari berbagai sekolah menengah atas di Jakarta. Sayang, kemeriahan upacara di Istana Merdeka tak dihadiri para mantan presiden. Megawati Soekarnoputri, presiden RI ke-5, yang mengikuti upacara di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Bukan cuma Megawati, Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie juga berhalangan hadir lantaran masih berada di Jerman. Akan halnya Abdurrahman Wahid, presiden ke-4, absen karena sakit. Menurut rencana, usai upacara bakal digelar acara ramah tamah Presiden SBY dan Ibu Negara dengan para veteran, perintis kemerdekaan, warakawuri, serta purnawirawan.
Berbeda dengan upacara di Manado dan Istana Merdeka, upacara di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, berlangsung terburu-buru. Pendaki yang melibatkan koresponden SCTV Agus Ainul Yakin, harus meninggalkan lokasi upacara tepat pukul 09.00 WIB lantaran Gunung Semeru menyemburkan debu vulkanik. Gunung ini adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncak Mahameru, memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut. Kawah di puncak Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko yang dapat mengeluarkan gas beracun dan aliran lahar.(ASW/YUS)
–
INTERNATIONAL FLEET REVIEW
Diikuti 34 Negara, Sail Bunaken 2009 Perhelatan Terbesar
Tedjo Edhy Purdijatno, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL).
Sail Bunaken 2009 yang akan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 11-19 Agustus 2009, bukan sekadar pesta laut. Tapi, ia memiliki dampak yang sangat luas di bidang ekonomi, politik, keamanan, dan pariwisata.
Hal itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno, didampingi Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut ((Kadispenal) Laksamana Pertama Iskandar Sitompul, saat menerima Pemimpin Redaksi HU Suara Karya Ricky Rachmadi dan Wakil Pemimpin Redaksi Kodrat Wahyu Dewanto di ruang kerjanya di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/8).
Sedikitnya, kata KSAL, utusan dari 34 negara akan menghadiri hajat besar itu. Sebanyak 15 negara sudah memastikan mengirimkan kapal perangnya.
“Meskipun hanya 15 negara yang akan ikut acara parade kapal perang, tetapi kegiatan Sail Bunaken ini merupakan yang terbesar dibandingkan dengan acara-acara serupa sebelumnya,” kata KSAL.
Kehadiran utusan dari 34 negara pada “Indonesian International Fleet Review (IFR)” itu merupakan yang terbesar dibanding kegiatan serupa sebelumnya. Pada IFR 2008 yang digelar di Busan (Korsel), yang diundang 60 negara, tetapi yang hadir hanya 11 negara dengan 23 kapal. Pada IFR 2009 di Qingdao, Sandong, China, yang diundang 62 negara, yang hadir hanya 14 negara dengan 21 kapal. Sedangkan IFR 2009 di Bunaken (Manado), yang diundang 42 negara dan yang hadir 34 negara dengan 34 kapal.
Berdasarkan catatan terakhir, 15 negara yang akan mengirimkan delegasi dan kapal perangnya meliputi Amerika Serikat, Australia, Inggris, India, Jepang, Malaysia, Pakistan, RRC, Rusia, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Perancis, Filipina, dan Korea Selatan.
“Satu hal yang sangat istimewa, Amerika akan mengirimkan sejumlah kapal perangnya, termasuk Kapal Induk George Washington,” kata KSAL.
Jumlah kapal peserta asing sebanyak 29 kapal perang, ditambah dua tall (dari Malaysia dan Rusia), serta satu kapal Coast Watch dari Australia. Sedangkan Indonesia sebagai tuan rumah, akan menampilkan 10 kapal perang, satu flight sukhoi, satu flight F-16, satu skuadron Cassa, satu skuadron Nomad, 13 kapal pemerintah, dan 30 kapal pelayaran rakyat.
Sedangkan 19 negara yang akan mengirimkan delegasinya meliputi Arab Saudi, Bangladesh, Belanda, Brunei, Chili, Iran, Italia, Kamboja, Papua, New Guinea, Kanada, Nigeria, Peru, Portugal, Timor Leste, Suriah dan Turki. Kapal-kapal itu akan membawa sekitar 8.000 anak buah kapal peserta IFR.
Kehadiran utusan 34 negara di Manado itu sudah dapat dipastikan akan membawa efek di berbagai sektor di Indonesia. Di bidang keamanan, paling tidak akan memberikan kesan bahwa kondisi Indonesia saat ini benar-benar aman. “Ledakan bom di kawasan Mega Kuningan Jakarta beberapa hari yang lalu sama sekali tidak membawa pengaruh terhadap para peserta Sail Bunaken 2009. Tidak satu negara pun yang mengundurkan diri setelah terjadi ledakan bom itu,” ujar KSAL.
Untuk dampaknya di bidang politik, kehadiran 34 negara dari berbagai belahan dunia itu dapat dijadikan jembatan untuk membina hubungan antar masing-masing negara. Di tengah-tengah kegiatan pelaksanaan Sail Bunaken itu akan diselenggarakan seminar internasional yang akan diikuti oleh seluruh utusan dari negara yang hadir.
Selain itu, Sail Bunaken 2009 membawa pengaruh yang sangat besar di bidang ekonomi. Karena sebagian besar peserta yang datang ke Teluk Manado sudah pasti melewati Selat Malaka. Mereka tahu bahwa Selat Malaka yang dulu selalu diberitakan media asing sangat rawan pembajakan ternyata aman-aman saja. Dengan demikian di kemudian hari, kapal-kapal (dagang) asing tidak akan takut lagi melewati Selat Malaka.
Di samping itu, kehadiran sekitar 15.000 ABK peserta IFR di Manado merupakan rejeki nomplok bagi warga Manado. Selama di Manado mereka akan membelanjakan isi koceknya sekitar Rp 40 miliar.
Ada pesan lain yang ingin ditunjukkan kepada dunia, betapa indahnya alam Indonesia setelah mereka melalui atau melihat beberapa tempat. Juga ingin menunjukkan kepada mereka kekayaan laut Indonesia yang begitu besar. Diharapkan kehadiran mereka di Bunaken akan membawa pengaruh pada para wisatawan untuk datang ke Indonesia.
Selain kegiatan parade kapal perang dan seminar internasional, kegiatan di Sail Bunaken 2009 ini antara lain meliputi olahraga perairan, kirab kota, bakti sosial, admiral dinner, rekreasi terpimpin para ABK kapal perang tamu, open ship dan seminar.
Pada peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 2009, akan dilaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih di dasar laut di Selat Bunaken. Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil KSAL Laksamana Madya Mukhlas Sidik dengan Komandan upacara Kadispenal Laksamana Pertama Iskandar Sitompul.
Upacara pengibaran bendera di dasar laut itu akan diikuti 1.500 penyelam dari berbagai elemen masyarakat, baik perorangan maupun yang tergabung dalam organisasi penyelam. Kegiatan ini sekaligus untuk memecahkan rekor dunia menyelam. Rekor dunia sebelumnya dipegang Maladewa dengan 950 penyelam. Hingga saat ini, telah terdaftar 2.629 penyelam untuk memeriahkan kegiatan itu.
Dari kegiatan menyelam ini, diharapkan Indonesia akan menerima dua rekor dunia. Pertama, “Guinnes World Record” untuk memecahkan jumlah rekor dunia menyelam. Kedua masuk “Guinnes Book of World Record” untuk pengibaran bendera di dasar laut. (M Senoatmodjo)
| suara karya |
^^^^^^^
Kibar Bendera MERAH PUTIH di Puncak Elbrus Rusia
Selasa, 18 August 2009 00:43 WIB
Bendera Merah Putih berkibar di puncak gunung Elbrus, Rusia setelah tim pendaki gunung Indonesia berhasil mencapai puncak barat gunung itu Senin siang waktu setempat. Pendaki gunung Indonesia itu terdiri atas Franky Kowaas dari Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) bersama Budi Hartono Purnomo serta Sieling Go dari tim Mahitala-Unpar Bandung. “Kami tiba pukul 11.10 (sekitar pukul 16:10 WIB). Franky pukul 11:00,” kata Budi, anggota senior Mahasiswa Pecinta Alam-Universitas Katolik Parahyangan (Mahitala-Unpar) seperti dikutip Antara, Senin malam. Di puncak berketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut (mdpl)–paling atas di jajaran Pegunungan Kaukasus dan daratan Rusia serta Eropa– mereka mengibarkan Sang Saka Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disaksikan beberapa pendaki dari Rusia, Jerman, dan Swiss..
Seperti dilansir Antara, tim FMI dan tim Mahitala-Unpar yang menyebut diri Ekspedisi Elbrus Mahitala-Eiger atau disebut pula Indonesia Independence Day 2009 Team berangkat pukul 03:00 dari Pastukhova Rocks (4.600 mdpl).Delapan jam mereka berjuang menembus padang salju di suhu minus 20 derajat Celsius dan kembali dengan selamat dalam waktu tempuh empat jam. Willy Kurniawan, Achmad Zaenal dan Miranti dari TvOne yang juga bergerak dari Pastukova mencapai puncak pada sekitar pukul 14:00, kata Budi.
Elbrus atau nama lokalnya antara lain Mingi Tau (Gunung Seribu) dan
Uaskhemakhue` (Gunung Kebahagiaan) di barat daya KOta Kislovodsk, Rusia, dengan puncaknya baratnya merupakan satu dari tujuh gunung tertinggi di dunia.
Bagi Kowaas (46), pendaki asal Manado, yang berpengalaman di Cartenz Pyramid, Papua, pencapaian tersebut merupakan rangkaian dari tekadnya di bawah bendera FMI menjejakkan kaki ke tujuh puncak tertinggi setelah pada 8 April 2008 mencapai Uhuru, puncak Kilimanjaro di Tanzania, gunung paling jangkung se-Afrika.
Ketujuh puncak gunung tertinggi di dunia meliputi Kilimanjaro (5.896 mdpl) di Tanzania, Vinson Massif (4.897) di Antartika, Everest (8.848) di Nepal/India, Cartensz Pyramid (4.884) Papua, Elbrus (5.642) di Rusia, McKinley (6.194) di AS, dan Aconcagua (6.926) di Argentina.
Budi (51) dan Sieling pada 14 Desember 2008 sukses menjejakkan kaki di puncak Gunung Aconcagua, Argentina, teratas di Amerika, kemudian
puncak Cerro Solo, di selatan De Los Andes, Patagonia, selatan Argentina pada akhir Desember 2008. Sieling, pada 19 Maret 2007 sampai 22 April 2007 ke Nepal seorang diri, kemudian bersama Sujan (pemandu perjalanan) dan beberapa porter antara lain Binsin, mengembara ke Himalaya, mengulang perjalanan tahun 2006 yang belum tuntas. Ia sempat ke Gokyo dan sebagian Annapurna. Ketika menjadi mahasiswi Unpar, Sieling tergabung dalam Tim Ekspedisi Maoke
1983 ke Pegunungan Jayawijaya, Papua.
| tvone.co.id |
^^^^^^^
Harmonika Bandung Kumandangkan Indonesia Raya di Elbrus, Rusia
Senin, 17 Agustus 2009 01:37 WIB
Batam (ANTARA News) – Sieling Go, seorang ibu dari Maribaya Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akan mengumandangkan Indonesia Raya dengan harmonika di puncak barat Gunung Elbrus, Rusia, dalam merayakan HUT ke-64 Kemerdekaan Indonesia. “Di puncak, Ling akan berdoa dan dengan harmonika menyanyikan Indonesia Raya,” kata perempuan berusia setengah abad, ibu tiga anak dan penyuka lagu-lagu “country” itu lewat pesan elektronik yang diterima ANTARA di Batam, Minggu malam.
Sieling tergabung dalam Indonesia Independence Day Team 2009 atau Tim Ekspedisi Elbrus Eiger-Mahitala bersama Budi Hartono Purnomo, rekannya dari Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Katolik Parahyangan
(Mahitala-Unpar) Bandung.Mereka sudah tujuh hari aklimatisasi cuaca dan medan salju menuju puncak barat Elbrus, 5.642 meter di atas permukaan laut (mdpl), teratas di Rusia dan Eropa, salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia.
Ketujuh puncak gunung tertinggi di dunia adalah Kilimanjaro (5.896 mdpl) di Tanzania, Vinson Massif (4.897) di Antartika, Everest (8.848) di Nepal/China, Cartensz Pyramid (4.884) Papua, Elbrus (5.642) di Rusia, McKinley (6.194) di AS, dan Aconcagua (6.926) di Argentina.
Bersama dua tim dari Indonesia, Franky Kowaas (Federasi Mountaineering Indonesia) dan Miranti, Akhmad Zaenal serta Willy dari TvOne, Sieling dan Budi akan mendaki puncak secara bersamaan untuk mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya pada 17 Agustus 2009.
“Hari ini kami telah brifing rute dan mengecek peralatan. Dijadwalkan `summit attack` dimulai Senin pukul 03:00 dari Pastukhova Rocks. Total perjalanan ke puncak sekitar 15 jam,” kata Budi yang pada 2007 berhasil ke puncak Kilimanjaro, gunung tertinggi di benua Afrika. Sieling dan Budi (51) pada 14 Desember 2008 sukses menjejakkan kaki di puncak Gunung Aconcagua, Argentina yang tertinggi di Amerika, kemudian puncak Cerro Solo, di selatan De Los Andes, Patagonia, selatan Argentina pada akhir Desember 2008.
Perempuan itu pada 19 Maret- 22 April 2007 ke Nepal seorang diri, kemudian bersama Sujan (pemandu perjalanan) dan beberapa porter antara lain Binsin, mengembara ke Himalaya, mengulang perjalanan tahun 2006 yang belum tuntas dan sempat ke Gokyo dan sebagian Annapurna. Ketika menjadi mahasiswi Unpar, Sieling tergabung dalam Tim Ekspedisi Maoke 1983 Mahitala Unpar ke Pegunungan Jayawijaya, Papua.(*)
^^^^^^^
43 Pendaki Mancanegara Rayakan HUT RI di Puncak Mahameru
Malang – Sebanyak 43 pendaki mancanegara meramaikan peringatan HUT ke-64 RI di puncak Gunung Semeru 17 Agustus 2009. Dari 43 pendaki itu kini telah bersiap diri menempuh jalur pendakian menuju Gunung Semeru.
“Para pendaki itu kini sudah berangkat dari jalur pendakian menuju Gunung Semeru. Nantinya mereka dijadwalkan tanggal 18 Agustus 2009,” kata Humas Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTNBTS) ditemui di kantornya Jalan Raden Intan, Kota Malang, Sabtu (15/8/2009).
43 pendaki itu yakni 21 pendaki asal Singapura dan 22 pendaki asal Perancis. Mereka secara resmi mendaftar melakukan pendakian menyambut hari kemerdekaan.
Menurut Nova, rencananya 21 pendaki asal Singapura tersebut akan mendaki hingga puncak Gunung Semeru. Sementara 22 pendaki asal Perancis dijadwalkan akan melakukan pendakian hingga Kalimati.
“Ada dua tempat yang dipilih oleh para pendaki untuk ikut meramaikan HUT RI di Gunung Semeru dengan memilih dua tempat. Yakni puncak gunung Semeru dan Kalimati,” jelas Nova.
Sebagai antisipasi faktor keamanan para pendaki, BTNBTS juga memberikan pendampingan dengan mengikutsertakan tim Badan Vulkanologi serta pakar kegunungapian. “Sebelumnya kami juga membrefieng para pendaki untuk menjaga keselamatan selama melakukan pendakian,” imbuh Nova.
Selain itu, BTNBTS juga meminta surat keterangan sehat dari para pendaki sebagai syarat ikut dalam pendakian ini. “Pendaki mancanegara ini menambah jumlah 500 para pendaki yang dijadwakan ikut melakukan pendakian ke Gunung Semeru,” tegas Nova.
Diperkirakan 500 pendaki dijadwalkan merayakan HUT ke-64 RI di puncak Gunung Semeru tepat 17 Agustus 2009. Perayaan itu digelar dalam bentuk upacara pengibaran bendera merah putih.
| detik surabaya |
^^^^^^^
PALASTI,, untuk negeri,,




