PALASTI.. alam lestari..

kabar dari para pecinta alam , ,

..MERAH PUTIH DI ALAM INDONESIA..

Posted by palasti pada 18 Agustus 2009

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA !!!

Merah putih berkibar di seluruh penjuru negeri,, dari sabang sampai merauke,, dari miangas sampai pulau rote..

Dari atas puncak gunung,, dari dinding tebing,, dari dalam goa,, dari dasar laut,,

semua mengabarkan berkibarnya merah putih,,

dan dunia pun tau…

merah putih di dinding tebing mandu

merah putih di dalam goa jomblang

merah putih di dasar laut bunaken

merah putih di atas puncak gunung rusia

merah putih di seluruh penjuru alam Indonesia

^^^^^^^

Merah Putih 21X12 Meter Dikibarkan di Tebing Anggeraja

ENREKANG — Untuk kedua kalinya, perayaan HUT RI ke-64 berbeda tahun ini di Enrekang. Pengibaran sang saka merah putih dilakukan di tebing Mandu Tontonan, Kecamatan Anggeraja, pada puncak HUT RI, Senin 17 Agustus.

Pengibaran bendera dengan ukuran 21x 12 meter tersebut dilakukan delapan anggota mahasiswa pencinta alam … (Mapala) Politeknik Negeri Makassar.

Acara tersebut mendapat perhatian ratusan warga yang penasaran ingin melihat prosesi pengibaran secara langsung, walaupun salah satu televisi swasta juga menyiarkan secara live.

Acara pengibaran bendera di tebing adalah hal yang kedua dilakukan kelompok Mapala Poltekneg Makassar. Ketua Mapala Poltekneg Makassar, Ahmad mengatakan, kegiatan tersebut akan menjadi kegiatan rutin setiap tahun. “Kita selalu ingin memperlihatkan sisi nasionalisme dengan menggelar kegiatan seperti ini. Insya Allah ini akan terus berlangsung setiap tahun,” ujar Ahmad.

Pada tahun sebelumnya,, merah putih berkibar pula di tebing spikul yang dilakukan puluhan anggota Federasi Panjat Tebing Se-Jawa Timur bersama anggota Komando Pasukan Katak atau Kopaska Surabaya dan Yonif 500 Raiders Malang. Beserta masyarakat setempat, mereka memilih mengibarkan Merah-Putih dengan ukuran besar ditebing yang terjal setinggi 200 Meter di Gunung Spikul, Trenggalek Jawa Timur.

^^^^^^^

Metrotvnews.com, Enrekang: Persiapan pengibaran bendera Merah-Putih di Tebing Mandu, Enrekang, Sulawesi Selatan, terus dilakukan tim Metro TV dan pencinta alam setempat, Senin (17/8) siang. Pengibaran bendera di salah satu tebing tersulit didaki di Asia itu kini mencapai 50 persen.

Bendera yang akan dikibarkan berukuran jumbo: 21 X 12 meter. Dijadwalkan bendera dibentangkan di sisi tebing yang berdiri tegak lurus setinggi 160 meter. Sejauh ini bagian bendera berwarna merah sudah bisa dilihat dari kejauhan.

Pengibaran Merah-Putih di Tebing Mandu adalah satu di antara tujuh rangkaian program Indonesia Bersatu: Kibar Sang Saka 17 Agustus. Selain di Tebing Mandu, Metro TV akan mengibarkan Merah-Putih di Istana Merdeka Jakarta; bawah laut Perairan Bunaken, Sulawesi Utara; dan gua Jomblang, Gunung Kidul, Jawa Tengah.

Sang Saka pun akan dikibarkan di kawah Tengger, Jawa Timur; Danau Toba, Sumatra Utara; dan Istana Siak, Riau.(ICH)

^^^^^^^

Merah putih di dasar laut Bunaken

17/08/2009 12:05

Liputan6.com, Manado: Terkait peringatan detik-detik peringatan kemerdekaan RI ke-64, Liputan 6 SCTV melaporkan dari berbagai tempat: upacara bendera bawah laut di Manado, Sulawesi Utara; pengibaran bendera di puncak Gunung Semeru; dan upacara di Istana Merdeka di Jakarta.

Menurut reporter SCTV Riko Anggara, usai upacara di dasar laut di Pantai Malalayang, pembacaan rekor dunia menyelam akan dibacakan tim Guiness Book of World Record. Upacara tersebut memang tak berbeda dengan yang biasanya karena juga terdapat pengibaran Merah Putih sampai pembacaan teks proklamasi. Kendati demikian, upacara ini diikuti oleh 2.486 peserta dengan catatan pria berumur 69 tahun sebagai peserta tertua. Ini merupakan bagian dari International Sail Bunaken.

Tak mudah melaksanakan upacara yang digelar di dasar laut itu. Menurut salah seorang peserta, surutnya air laut membuat pandangan kabur. Bukan cuma itu, suara dari komando depan juga tak jelas terdengar dari anggota upacara yang ada di belakang. Kendati demikian, mereka tetap bersemangat.

Sementara itu, upacara peringatan kemerdekaan RI di Istana Merdeka berlangsung khidmat. Dalam upacara ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampil sebagai inspektur upacara. Upacara ini diawali bunyi sirine dengan suara letusan tembakan sebanyak 17 kali. Sejumlah tamu dari kalangan menteri, pejabat, dan veteran pejuang kemerdekaan angkatan ’45 tampak memenuhi kursi undangan.

Upacara juga berlangsung meriah saat sejumlah lagu perjuangan dan tradisional dibawakan tim paduan suara Gita Bahari Nusantara yang terdiri dari sejumlah pelajar dari berbagai sekolah menengah atas di Jakarta. Sayang, kemeriahan upacara di Istana Merdeka tak dihadiri para mantan presiden. Megawati Soekarnoputri, presiden RI ke-5, yang mengikuti upacara di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Bukan cuma Megawati, Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie juga berhalangan hadir lantaran masih berada di Jerman. Akan halnya Abdurrahman Wahid, presiden ke-4, absen karena sakit. Menurut rencana, usai upacara bakal digelar acara ramah tamah Presiden SBY dan Ibu Negara dengan para veteran, perintis kemerdekaan, warakawuri, serta purnawirawan.

Berbeda dengan upacara di Manado dan Istana Merdeka, upacara di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, berlangsung terburu-buru. Pendaki yang melibatkan koresponden SCTV Agus Ainul Yakin, harus meninggalkan lokasi upacara tepat pukul 09.00 WIB lantaran Gunung Semeru menyemburkan debu vulkanik. Gunung ini adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncak Mahameru, memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut. Kawah di puncak Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko yang dapat mengeluarkan gas beracun dan aliran lahar.(ASW/YUS)

INTERNATIONAL FLEET REVIEW

Diikuti 34 Negara, Sail Bunaken 2009 Perhelatan Terbesar

Tedjo Edhy Purdijatno, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL).

Sail Bunaken 2009 yang akan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 11-19 Agustus 2009, bukan sekadar pesta laut. Tapi, ia memiliki dampak yang sangat luas di bidang ekonomi, politik, keamanan, dan pariwisata.

Hal itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno, didampingi Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut ((Kadispenal) Laksamana Pertama Iskandar Sitompul, saat menerima Pemimpin Redaksi HU Suara Karya Ricky Rachmadi dan Wakil Pemimpin Redaksi Kodrat Wahyu Dewanto di ruang kerjanya di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/8).

Sedikitnya, kata KSAL, utusan dari 34 negara akan menghadiri hajat besar itu. Sebanyak 15 negara sudah memastikan mengirimkan kapal perangnya.

“Meskipun hanya 15 negara yang akan ikut acara parade kapal perang, tetapi kegiatan Sail Bunaken ini merupakan yang terbesar dibandingkan dengan acara-acara serupa sebelumnya,” kata KSAL.

Kehadiran utusan dari 34 negara pada “Indonesian International Fleet Review (IFR)” itu merupakan yang terbesar dibanding kegiatan serupa sebelumnya. Pada IFR 2008 yang digelar di Busan (Korsel), yang diundang 60 negara, tetapi yang hadir hanya 11 negara dengan 23 kapal. Pada IFR 2009 di Qingdao, Sandong, China, yang diundang 62 negara, yang hadir hanya 14 negara dengan 21 kapal. Sedangkan IFR 2009 di Bunaken (Manado), yang diundang 42 negara dan yang hadir 34 negara dengan 34 kapal.

Berdasarkan catatan terakhir, 15 negara yang akan mengirimkan delegasi dan kapal perangnya meliputi Amerika Serikat, Australia, Inggris, India, Jepang, Malaysia, Pakistan, RRC, Rusia, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Perancis, Filipina, dan Korea Selatan.

“Satu hal yang sangat istimewa, Amerika akan mengirimkan sejumlah kapal perangnya, termasuk Kapal Induk George Washington,” kata KSAL.

Jumlah kapal peserta asing sebanyak 29 kapal perang, ditambah dua tall (dari Malaysia dan Rusia), serta satu kapal Coast Watch dari Australia. Sedangkan Indonesia sebagai tuan rumah, akan menampilkan 10 kapal perang, satu flight sukhoi, satu flight F-16, satu skuadron Cassa, satu skuadron Nomad, 13 kapal pemerintah, dan 30 kapal pelayaran rakyat.

Sedangkan 19 negara yang akan mengirimkan delegasinya meliputi Arab Saudi, Bangladesh, Belanda, Brunei, Chili, Iran, Italia, Kamboja, Papua, New Guinea, Kanada, Nigeria, Peru, Portugal, Timor Leste, Suriah dan Turki. Kapal-kapal itu akan membawa sekitar 8.000 anak buah kapal peserta IFR.

Kehadiran utusan 34 negara di Manado itu sudah dapat dipastikan akan membawa efek di berbagai sektor di Indonesia. Di bidang keamanan, paling tidak akan memberikan kesan bahwa kondisi Indonesia saat ini benar-benar aman. “Ledakan bom di kawasan Mega Kuningan Jakarta beberapa hari yang lalu sama sekali tidak membawa pengaruh terhadap para peserta Sail Bunaken 2009. Tidak satu negara pun yang mengundurkan diri setelah terjadi ledakan bom itu,” ujar KSAL.

Untuk dampaknya di bidang politik, kehadiran 34 negara dari berbagai belahan dunia itu dapat dijadikan jembatan untuk membina hubungan antar masing-masing negara. Di tengah-tengah kegiatan pelaksanaan Sail Bunaken itu akan diselenggarakan seminar internasional yang akan diikuti oleh seluruh utusan dari negara yang hadir.

Selain itu, Sail Bunaken 2009 membawa pengaruh yang sangat besar di bidang ekonomi. Karena sebagian besar peserta yang datang ke Teluk Manado sudah pasti melewati Selat Malaka. Mereka tahu bahwa Selat Malaka yang dulu selalu diberitakan media asing sangat rawan pembajakan ternyata aman-aman saja. Dengan demikian di kemudian hari, kapal-kapal (dagang) asing tidak akan takut lagi melewati Selat Malaka.

Di samping itu, kehadiran sekitar 15.000 ABK peserta IFR di Manado merupakan rejeki nomplok bagi warga Manado. Selama di Manado mereka akan membelanjakan isi koceknya sekitar Rp 40 miliar.

Ada pesan lain yang ingin ditunjukkan kepada dunia, betapa indahnya alam Indonesia setelah mereka melalui atau melihat beberapa tempat. Juga ingin menunjukkan kepada mereka kekayaan laut Indonesia yang begitu besar. Diharapkan kehadiran mereka di Bunaken akan membawa pengaruh pada para wisatawan untuk datang ke Indonesia.

Selain kegiatan parade kapal perang dan seminar internasional, kegiatan di Sail Bunaken 2009 ini antara lain meliputi olahraga perairan, kirab kota, bakti sosial, admiral dinner, rekreasi terpimpin para ABK kapal perang tamu, open ship dan seminar.

Pada peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 2009, akan dilaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih di dasar laut di Selat Bunaken. Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil KSAL Laksamana Madya Mukhlas Sidik dengan Komandan upacara Kadispenal Laksamana Pertama Iskandar Sitompul.

Upacara pengibaran bendera di dasar laut itu akan diikuti 1.500 penyelam dari berbagai elemen masyarakat, baik perorangan maupun yang tergabung dalam organisasi penyelam. Kegiatan ini sekaligus untuk memecahkan rekor dunia menyelam. Rekor dunia sebelumnya dipegang Maladewa dengan 950 penyelam. Hingga saat ini, telah terdaftar 2.629 penyelam untuk memeriahkan kegiatan itu.

Dari kegiatan menyelam ini, diharapkan Indonesia akan menerima dua rekor dunia. Pertama, “Guinnes World Record” untuk memecahkan jumlah rekor dunia menyelam. Kedua masuk “Guinnes Book of World Record” untuk pengibaran bendera di dasar laut. (M Senoatmodjo)

| suara karya |

^^^^^^^

Kibar Bendera MERAH PUTIH di Puncak Elbrus Rusia

Selasa, 18 August 2009 00:43 WIB

Bendera Merah Putih berkibar di puncak gunung Elbrus, Rusia setelah tim pendaki gunung Indonesia berhasil mencapai puncak barat gunung itu Senin siang waktu setempat. Pendaki gunung Indonesia itu terdiri atas Franky Kowaas dari Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) bersama Budi Hartono Purnomo serta Sieling Go dari tim Mahitala-Unpar Bandung. “Kami tiba pukul 11.10 (sekitar pukul 16:10 WIB). Franky pukul 11:00,” kata Budi, anggota senior Mahasiswa Pecinta Alam-Universitas Katolik Parahyangan (Mahitala-Unpar) seperti dikutip Antara, Senin malam. Di puncak berketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut (mdpl)–paling atas di jajaran Pegunungan Kaukasus dan daratan Rusia serta Eropa– mereka mengibarkan Sang Saka Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disaksikan beberapa pendaki dari Rusia, Jerman, dan Swiss..

Seperti dilansir Antara, tim FMI dan tim Mahitala-Unpar yang menyebut diri Ekspedisi Elbrus Mahitala-Eiger atau disebut pula Indonesia Independence Day 2009 Team berangkat pukul 03:00 dari Pastukhova Rocks (4.600 mdpl).Delapan jam mereka berjuang menembus padang salju di suhu minus 20 derajat Celsius dan kembali dengan selamat dalam waktu tempuh empat jam. Willy Kurniawan, Achmad Zaenal dan Miranti dari TvOne yang juga bergerak dari Pastukova mencapai puncak pada sekitar pukul 14:00, kata Budi.

Elbrus atau nama lokalnya antara lain Mingi Tau (Gunung Seribu) dan

Uaskhemakhue` (Gunung Kebahagiaan) di barat daya KOta Kislovodsk, Rusia, dengan puncaknya baratnya merupakan satu dari tujuh gunung tertinggi di dunia.

Bagi Kowaas (46), pendaki asal Manado, yang berpengalaman di Cartenz Pyramid, Papua, pencapaian tersebut merupakan rangkaian dari tekadnya di bawah bendera FMI menjejakkan kaki ke tujuh puncak tertinggi setelah pada 8 April 2008 mencapai Uhuru, puncak Kilimanjaro di Tanzania, gunung paling jangkung se-Afrika.

Ketujuh puncak gunung tertinggi di dunia meliputi Kilimanjaro (5.896 mdpl) di Tanzania, Vinson Massif (4.897) di Antartika, Everest (8.848) di Nepal/India, Cartensz Pyramid (4.884) Papua, Elbrus (5.642) di Rusia, McKinley (6.194) di AS, dan Aconcagua (6.926) di Argentina.

Budi (51) dan Sieling pada 14 Desember 2008 sukses menjejakkan kaki di puncak Gunung Aconcagua, Argentina, teratas di Amerika, kemudian

puncak Cerro Solo, di selatan De Los Andes, Patagonia, selatan Argentina pada akhir Desember 2008. Sieling, pada 19 Maret 2007 sampai 22 April 2007 ke Nepal seorang diri, kemudian bersama Sujan (pemandu perjalanan) dan beberapa porter antara lain Binsin, mengembara ke Himalaya, mengulang perjalanan tahun 2006 yang belum tuntas. Ia sempat ke Gokyo dan sebagian Annapurna. Ketika menjadi mahasiswi Unpar, Sieling tergabung dalam Tim Ekspedisi Maoke

1983 ke Pegunungan Jayawijaya, Papua.

| tvone.co.id |

^^^^^^^

Harmonika Bandung Kumandangkan Indonesia Raya di Elbrus, Rusia

Senin, 17 Agustus 2009 01:37 WIB

Batam (ANTARA News) – Sieling Go, seorang ibu dari Maribaya Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akan mengumandangkan Indonesia Raya dengan harmonika di puncak barat Gunung Elbrus, Rusia, dalam merayakan HUT ke-64 Kemerdekaan Indonesia. “Di puncak, Ling akan berdoa dan dengan harmonika menyanyikan Indonesia Raya,” kata perempuan berusia setengah abad, ibu tiga anak dan penyuka lagu-lagu “country” itu lewat pesan elektronik yang diterima ANTARA di Batam, Minggu malam.

Sieling tergabung dalam Indonesia Independence Day Team 2009 atau Tim Ekspedisi Elbrus Eiger-Mahitala bersama Budi Hartono Purnomo, rekannya dari Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Katolik Parahyangan

(Mahitala-Unpar) Bandung.Mereka sudah tujuh hari aklimatisasi cuaca dan medan salju menuju puncak barat Elbrus, 5.642 meter di atas permukaan laut (mdpl), teratas di Rusia dan Eropa, salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia.

Ketujuh puncak gunung tertinggi di dunia adalah Kilimanjaro (5.896 mdpl) di Tanzania, Vinson Massif (4.897) di Antartika, Everest (8.848) di Nepal/China, Cartensz Pyramid (4.884) Papua, Elbrus (5.642) di Rusia, McKinley (6.194) di AS, dan Aconcagua (6.926) di Argentina.

Bersama dua tim dari Indonesia, Franky Kowaas (Federasi Mountaineering Indonesia) dan Miranti, Akhmad Zaenal serta Willy dari TvOne, Sieling dan Budi akan mendaki puncak secara bersamaan untuk mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya pada 17 Agustus 2009.

“Hari ini kami telah brifing rute dan mengecek peralatan. Dijadwalkan `summit attack` dimulai Senin pukul 03:00 dari Pastukhova Rocks. Total perjalanan ke puncak sekitar 15 jam,” kata Budi yang pada 2007 berhasil ke puncak Kilimanjaro, gunung tertinggi di benua Afrika. Sieling dan Budi (51) pada 14 Desember 2008 sukses menjejakkan kaki di puncak Gunung Aconcagua, Argentina yang tertinggi di Amerika, kemudian puncak Cerro Solo, di selatan De Los Andes, Patagonia, selatan Argentina pada akhir Desember 2008.

Perempuan itu pada 19 Maret- 22 April 2007 ke Nepal seorang diri, kemudian bersama Sujan (pemandu perjalanan) dan beberapa porter antara lain Binsin, mengembara ke Himalaya, mengulang perjalanan tahun 2006 yang belum tuntas dan sempat ke Gokyo dan sebagian Annapurna. Ketika menjadi mahasiswi Unpar, Sieling tergabung dalam Tim Ekspedisi Maoke 1983 Mahitala Unpar ke Pegunungan Jayawijaya, Papua.(*)

^^^^^^^

43 Pendaki Mancanegara Rayakan HUT RI di Puncak Mahameru

Malang – Sebanyak 43 pendaki mancanegara meramaikan peringatan HUT ke-64 RI di puncak Gunung Semeru 17 Agustus 2009. Dari 43 pendaki itu kini telah bersiap diri menempuh jalur pendakian menuju Gunung Semeru.

“Para pendaki itu kini sudah berangkat dari jalur pendakian menuju Gunung Semeru. Nantinya mereka dijadwalkan tanggal 18 Agustus 2009,” kata Humas Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTNBTS) ditemui di kantornya Jalan Raden Intan, Kota Malang, Sabtu (15/8/2009).

43 pendaki itu yakni 21 pendaki asal Singapura dan 22 pendaki asal Perancis. Mereka secara resmi mendaftar melakukan pendakian menyambut hari kemerdekaan.

Menurut Nova, rencananya 21 pendaki asal Singapura tersebut akan mendaki hingga puncak Gunung Semeru. Sementara 22 pendaki asal Perancis dijadwalkan akan melakukan pendakian hingga Kalimati.

“Ada dua tempat yang dipilih oleh para pendaki untuk ikut meramaikan HUT RI di Gunung Semeru dengan memilih dua tempat. Yakni puncak gunung Semeru dan Kalimati,” jelas Nova.

Sebagai antisipasi faktor keamanan para pendaki, BTNBTS juga memberikan pendampingan dengan mengikutsertakan tim Badan Vulkanologi serta pakar kegunungapian. “Sebelumnya kami juga membrefieng para pendaki untuk menjaga keselamatan selama melakukan pendakian,” imbuh Nova.

Selain itu, BTNBTS juga meminta surat keterangan sehat dari para pendaki sebagai syarat ikut dalam pendakian ini. “Pendaki mancanegara ini menambah jumlah 500 para pendaki yang dijadwakan ikut melakukan pendakian ke Gunung Semeru,” tegas Nova.

Diperkirakan 500 pendaki dijadwalkan merayakan HUT ke-64 RI di puncak Gunung Semeru tepat 17 Agustus 2009. Perayaan itu digelar dalam bentuk upacara pengibaran bendera merah putih.

| detik surabaya |

^^^^^^^

PALASTI,, untuk negeri,,

Ditulis dalam berita gunung, para pecinta alam | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Meninggal di Gunung Semeru …

Posted by palasti pada 4 Agustus 2009

Jika kita tidak ingin tersesat di hutan atau gunung pada saat pendakian atau pengembaraan, kita memerlukan berbagai macam persiapan, agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, resiko terburuk,, yaitu meninggal… Meninggalnya seseorang atau beberapa orang di gunung, bisa terjadi karena berbagai macam faktor, faktor alam dan keadaan cuaca dianggap sebagai hal utama penyebab resiko pendakian.. Padahal faktor lain yaitu orang itu sendiri menentukan berhasil tidaknya kita melakukan pendakian.. Diluar dari faktor yang paling utama yaitu Kehendak Sang Pencipta..

Berikut adalah kabar tentang meninggalnya pendaki di gunung semeru dari beberapa sumber. .

^^^^^^

ANDIKA Korban ke-28 Keganasan Semeru, Soe Hok Gie yang Pertama

TEMPO Interaktif, Lumajang – Jika nasib pendaki gunung Andika Listyono Putra, 20 tahun, benar-benar hilang tersapu badai berpasir di puncak Semeru, Selasa (28/7), ia akan menjadi korban ke-28 dari keganasan medan pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur. Gunung tertinggi di Jawa yang mempunyai ketinggiaan sekitar 3.676 meter diatas permukaan laut.

Data yang diperoleh Tempo dari Pos Pendakian Ranupane, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tercatat sejak 1969 ada … Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam para pecinta alam | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Gunung Api Raksasa Di Bawah Laut Perairan Sumatra

Posted by palasti pada 30 Juli 2009

Misteri Perairan Sumatra

Indonesia yang kaya raya ini masih memiliki kekayaan lain yang tersembunyi.. Tidak banyak orang yang mengetahui,, bahkan hanya dianggapnya angin lalu.. Karena sudah tidak usah dipertanyakan lagi tentang kekayaan Indonesia .. Tapi apakah kita mengetahui sedikit saja tentang perkembangan Indonesia sekarang ini,,

Berita ini diambil dari kelembagaan ilmu pengetahuan yang resmi di Indonesia…

^^^^^

Sebuah gunung api raksasa yang terletak di bawah laut di perairan Sumatra ditemukan para ilmuwan baru-baru ini. Gunung api yang oleh para ilmuwan diklaim sangat berbahaya ini menjadi ancaman serius dan terus dipantau. Riset kelautan yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), CGGVeritas, serta Institut de Physique du Globe (IPG) Paris, Prancis, menemukan keberadaan gunung api raksasa.. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam berita gunung | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

BROMO TENGGER SEMERU

Posted by palasti pada 21 Juli 2009

TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU

Salah satu dari jutaan hasil karya Penguasa Alam Semesta …

bromo2 bromo4

Ditunjuk sebagai taman nasional sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha. Secara administratif pemerintahan termasuk Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Lumajang dan Malang Propinsi Dati I Jawa Timur.

Potensi Kawasan :

Keadaan topografi bervariasi dari bergelombang dengan lereng yang landai sampai berbukit bahkan bergunung dengan derajat kemiringan yang tegak. Ketinggian tempat antara 750 – 3.676 m dpl. Dengan puncak tertinggi G. Semeru 3.676 m dpl. (merupakan gunung tertinggi di P. Jawa) dan terdapat 4 buah danau dan 50 buah sungai.
Suhu udara berkisar antara 3 s/d 20 derajat Celcius, curah hujan rata-rata 6.604 mm/tahun dan kunjungan terbaik pada bulan Juli – Agustus.

Memiliki tipe ekosistem sub montana dan sub alphin dengan pohon-pohon yang besar dan tinggi berusia ratusan tahun seperti dari famili Fagaceae, Moraceae, Sterculiaceae di samping jenis flora lain yaitu Jamuju (Dacrycarpus imbricatus), cemara gunung (Casuarina sp.), Cemara (Casuarina junghuhniana), Eidelweiss (Anaphalis javanica) serta + 200 jenis anggrek galur murnI, dan jenis rumput langka (Styphelia pungieus).

Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini terdiri dari 137 jenis aves, 22 jenis mamalia, dan 4 jenis reptilia antara lain Elang garis dagu (Accipiter virgatus), Merak (Pavo muticus), Rusa (Cervus timorensis), Ajag (Cuon alpinus), Macan tutul (Panthera pardus), luwak (Pardofelis marmorata), rusa (Cervus timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak ), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus ), ajag (Cuon alpinus ); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus ), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.

Di laut pasir ditemukan tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan dan mengancam kehidupan manusia di sekitarnya (± 3.500 jiwa).

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Budaya :

bromo1

Suku Tengger yang berada di sekitar taman nasional merupakan suku asli yang beragama Hindu. Menurut legenda, asal-usul suku tersebut dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Uniknya, melihat penduduk di sekitar (Suku Tengger) tampak tidak ada rasa ketakutan walaupun menge-tahui Gunung Bromo itu berbahaya, termasuk juga wisatawan yang banyak mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada saat Upacara Kasodo.

Upacara Kasodo diselenggarakan setiap tahun (Desember/Januari) pada bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung
Bromo, sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

Perebutan sesaji tersebut merupakan atraksi yang sangat menarik dan menantang sekaligus mengerikan. Sebab tidak jarang diantara mereka jatuh ke dalam kawah.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi :

  1. Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.
  2. Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit.
  3. Pananjakan. Melihat panorama alam gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru.
  4. Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).
  5. Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.

Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Oktober dan bulan Desember s/d Januari.
Cara pencapaian lokasi:

  • Surabaya – Malang – Tumpang – Gubuk Klakah, 120 km.
  • Surabaya – Tongas – Sukapura – Cemorolawang, 143 km.
  • Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km,
  • Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km,
  • Jemplang-Ranu Pani-Ranu Kumbolo, 16 km.
  • Atau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km.
  • Dari Malang ke Ranu Pani menggunakan mobil sekitar 70 menit, yang dilanjutkan berjalan kaki ke Puncak Semeru sekitar 13 jam.

peta bromo

Kegiatan yang ditawarkan :

Penelitian, obyek wisata alam (kaldera tengger, sumur/gua lava, G. Bromo dan Gunung Pananjakan, danau), pendakian, sunrise, melihat Gunung Bromo, berkemah, wisata budaya.

Fasilitas yang tersedia :
Kantor, pondok kerja, menara pengintai, wisma tamu, jalan trail, bumi perkemahan dan lain-lain.

Informasi lainnya :

  1. Sudah ada pengusahaan pariwisata alam PT. Bromo Permai.
  2. Gunung Bromo dan Gunung Semeru merupakan gunung yang masih aktif.
  3. Terdapat peninggalan sejarah yang diduga dari Kerajaan Majapahit.

Kantor : Jl. Raden Intan No. 6 Kotak Pos 54, Malang 65100, Jawa Timur Telp. (0341) 491828; Fax. (0341) 490885
Jl. Panda No. 8, Malang Telp. (0341) 551040

E-mail : tn-bromo@malang.wasantara.net.id

Penyempurnaan Data Potensi ODTWA Taman Nasional BROMO TENGGER SEMERU

Dinyatakan Menteri Pertanian, tahun 1982
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 278/Kpts-VI/97 dengan luas 50.276,2 hektar
Ditetapkan —-
Letak Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kab.Lumajang, dan Kab. Malang, Provinsi Jawa Timur
Temperatur udara 3° – 20° C
Curah hujan Rata-rata 6.600 mm/tahun
Ketinggian tempat 750 – 3.676 m. dpl
Letak geografis 7°51’ – 8°11’ LS, 112°47’ – 113°10’ BT

| sumber : dari berbagai sumber |

————————————————————————————————

Gunung bromo sudah pernah disinggahi oleh beberapa anggota PALASTI. Mereka telah berbagi pengalaman tentang pendakiannya. Dan bagi kawan-kawan pencinta alam, pendaki gunung,  penempuh rimba, wisatawan, serta anggota PALASTI lainnya yang belum dan hendak mendaki gunung Bromo, semoga postingan tersebut bisa bermanfaat.

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MENJAGA KELESTARIAN ALAM ..

————————————————————————————————

14 Jul 2009
PENGUMUMAN PENDAKIAN GN.SEMERU
P E N G U M U M A N
No.: PG. 424/21/BT-1/2009Menarik surat kami No. S.1001/21/BT-1/2008 tanggal 31 Desember 2008. Hal Penutupan Penutupan Pendakian Gunung Semeru dan Pengumuman No. PG.1000/21/BT-1/2008 tentang Penutupan Pendakian Gn. Semeru secara total, dengan ini disampaikan bahwa saat ini status keaktifan Gunung Semeru berada pada level �SIAGA LEVEL III�. Berdasarkan hasil rapat koordinasi antar instansi terkait pada tanggal 13 Mei 2009 di Kantor Bidang PTN Wilayah II dan laporan hasil survey yang kami lakukan bersama Tim SAR Kabupaten Lumajang secara fisik maupun faktor cuaca pada sepanjang jalur pendakian ke G. Semeru sudah memungkinkan untuk dilakukan pendakian terbatas. Maka dengan ini diumumkan bahwa sejak tanggal 6 Juni 2009 kegiatan pendakian Gunung Semeru (3.676 m.dpl) SEMENTARA DIBUKA KEMBALI TETAPI PENDAKIAN HANYA SAMPAI WILAYAH KALIMATI DAN DIWAJIBKAN MEMBAWA SURAT KETERANGAN SEHAT DARI DOKTER.
16 Apr 2009
BERITA G. SEMERU
Status G. Semeru berdasarkan surat Kepala Pos Pengamatan Gunung Api G. Semeru Nomor. BS/03/PGA/GS/2009 tanggal 2 April 2009, Hal : Berita Gunung Semeru Bulan Maret 2009, masih dalam status Siaga (Level III) dan tertutup untuk pendakian. Berdasarkan analisis data visual maupun seismik, Aktifitas G. Semeru cenderung terjadi penurunan jumlah Gempa Letusan bila dibandingkan dengan bulan Januari, akan tetapi ada peningkatan pada jenis Gempa Vulkanik Baik Dalam Maupun dangkal.
16 Apr 2009
Upaya Rekonstruksi Dan Konservasi Sumber Air Jengglong, Pelus Dan Kajar Kabupaten Malang-Jawa Timmur
PENDAHULUAN. LatarbelakangSemakin padatnya populasi manusia dan semakin meningkatnya kebutuhan lahan & kayu bakar di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Malang pada khususnya, menyebabkan terjadinya perambahan lahan dan pengrusakan sumberdaya alam hayati, khususnya vegetasi yang ada, menyebabkan semakin menurunnya ketersediaan kualitas maupun kuantitas air di Kabupaten Malang ini.

Dengan semain berkurangnya ketersediaan kualitas & kuantitas sumber air di Kabupaten Malang ini, para pihak terkait yang terdiri dari PDAM Kabupaten Malang, BBTN BTS, Perum Perhutani KPH Malang, dan ESP berupaya untuk membuat program untuk rekonstruksi dan konservasi sumber air yang ada di Kabupaten Malang.

Sumber-sumber air di Kabupaten malang yang dibidik untuk direkonstruksi dan dikonservasi oleh para pihak terkait tersebut adalah : Jengglong, Pelus, dan Kajar.

18 Mar 2009
HARI BHAKTI RIMBAWAN KE-26 TAHUN 2009
Tanggal 16 Maret 2009 merupakan Hari Bhakti Rimbawan Ke-26. Tahun 2009 ini seperti tahun sebelumnya perayaannya diikuti 9 instansi kehutanan se-Malang Raya yaitu Balai Besar TN.BTS, Biro Perencanaan dan Pengembangan SDH Perhutani Unit II Jatim, UPTD Taman Hutan Raya R. Soerjo, KPH Malang, KPH Pasuruan, Dinas Kehutanan Kab. Malang, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemerintah Kota Batu, BP DAS Brantas Stasiun Malang, Resort KSDA Malang.
09 Feb 2009
SERAH TERIMA KAWASAN
S I A R A N P E R S
Nomor: S.57/PIK-1/2009
ENAM TAMAN NASIONAL MEMPEROLEH PERLUASAN KAWASAN
Pada tanggal 29 Januari 2009, bertempat di Ruang Rapat Utama Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, dilaksanakan acara serah terima pengelolaan kawasan perluasan areal 6 taman nasional yang sebelumnya dikelola Perum Perhutani, yaitu Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru, TN Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Halimun Salak , TN Gunung Merapi, dan TN Gunung Ciremai. Acara serah terima dilaksanakan oleh Plt Direktur Utama Perum Perhutani, DR. Ir. Upik Rosalina Wasrin, DEA. dengan Direktur Jenderal PHKA, Ir. Darori, MM.

24 Nov 2008
ACARA PELUNCURAN (LAUNCHING) CDM
ACARA PELUNCURAN (LAUNCHING) PROYEK REFORESTASI KAWASAN KONSERVASI MELALUI MEKANISME AFORESTATION/REFORESTATION CLEAN DEVELOPMENT MECHANISM (CDM) DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU TELAH DILAKSANAKAN PADA HARI RABU, TANGGAL 12 NOVEMBER 2008, DIHADIRI OLEH MENTERI KEHUTANAN, DIRJEN PHKA DAN PARA PEJABAT ESELON I SERTA STAF AHLI MENTERI KEHUTANAN, DIRECTOR AND SENIOR MANAGING EXECUTIVE OFFICER SUMITOMO FORESTRY CO. LTD, DIREKTUR UTAMA BANK BNI 46, PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR, KABUPATEN PROBOLINGGO, PASURUAN, LUMAJANG DAN KABUPATEN MALANG, DENGAN JUMLAH UNDANGAN + 150 ORANG.

| sumber : http://www.bromotenggersemeru.com |

————————————————————————————————

Ditulis dalam berita gunung | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , | 4 Comments »

pecinta alam | waktunya meninggalkan dunia petualang..

Posted by palasti pada 14 Juli 2009

Ketika mengucapkan kata ‘pecinta alam’, yang ada di benak kita bahwa pecinta alam adalah orang yang mencintai alam, sebagian berfikir hanya sekedar mencintai alam yaitu bumi yang berupa laut dan hutan gunung rimba yang ada didarat.

Pernahkah terfikir oleh kita bahwa mencintai alam tidak hanya sekedar lingkup darat dan laut. Bumi beserta kekayaan yang ada didalamnya hanya segelintir dari ‘alam’ yang kita ketahui. Jika kita perluas makna alam, maka planet-planet yang berputar pada garis edarnya, berada pada galaksi-galaksinya itu juga merupakan alam semesta yang harus kita cintai. Belum lagi dari padanan kata tentang alam yang lain seperti alam kubur, alam bawah sadar, alam mimpi dan alam-alam lainnya dilihat dari segi sosial budaya, keagamaan, kesenian dan ilmu pengetahuan yang jika kita renungkan akan mengarah pada satu kesatuan yaitu Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa, yang sudah menciptakan kita untuk berada di salah satu alamNya. Bumi.. Yang berarti kita juga harus mencintai diri kita sendiri sebagaimana kita mencintai alam ini..

Sudah pantaskah kita disebut sebagai pecinta alam yang berkegiatan di bumi ..

Sebelum kita membahas pecinta alam dan kegiatannya mari kita pahami betul apa epistemologi dari “Pencinta Alam”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Cinta mempunyai empat makna, yakni, (1) ‘suka sekali’ ; ‘sayang benar’ ; (2) ‘kasih sekali’ ; terpikat’ ; terpikat ; (3) ‘ingin sekali’ ; berharap sekali ; ‘rindu’ ; dan (4) ‘susah hati ; risau’ (1993 -190). Yang artinya pencinta diberi makna ‘orang yang suka akan’ (h191). Selain itu kata alam yang diserap dari bahasa Arab, di Indonesia berkembang sehingga mempunyai tujuh makna. Ketujuh makna itu ialah (1) ‘segala ada yang dilangit dan dibumi’ ; (2) ‘lingkungan dan kehidupan’ ; (3) ‘segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan dan dianggap satu lingkungan dan dianggap sebagai satu keutuhan’ (4) ‘segala daya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini (5) ‘yang bukan buatan manusia’ ; (6) ‘dunia’ ; dan (7) ‘kerajaan ; daerah ; negeri ‘ (h.22). Sehingga bisa disimpulkan pecinta alam adalah orang yang suka akan alam.

Banyak makna dari kata pecinta alam ..

Kita lihat saat ini.. Perhatikan sekitar kita..

Penggundulan dan pembakaran hutan untuk membuka lahan baru, pembuangan limbah pabrik ataupun limbah industri rumah tangga ke sungai-sungai, polusi udara dari asap kendaraan bermotor, membuang sampah sembarangan,, pantaskah mereka disebut pecinta alam..

Pecinta alam yang sebenarnya hanya pantas diberikan pada masyarakat asli pedalaman, mereka menyadari betul bagaimana melestarikan hutan untuk kelangsungan hidup karena ketergantungan mereka terhadap hutan dan sungai. Atau kepada organisasi dan individu yang perduli pada kelangsungan lestarinya lingkungan hidup dengan cara dan kemampuan yang mereka bisa seperti tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon disekitar tempat tinggal mereka, tidak memelihara satwa liar yang dilindungi undang-undang, membuat tulisan tentang pelestarian alam, membuat karya seni musik atau film yang bertemakan lestarinya hutan dan alam, serta masih banyak lagi yang bisa dilakukan.

Sejarah memang harus dipelajari tentang pendirian pencinta alam yang dimotori almarhum Soe Hok Gie, Herman Lantang dan kawan-kawan. Di era 60-an memang terjadi pergolakan masa transisi kemerdekaan. Invansi politik praktis diluar kampus Universitas Indonesia lewat organisasi dan kesatuan aksi mahasiswa dari berbagai atribut dan ideologinya berusaha memasuki Universitas. Namun, Almarhum Soe dan rekan-rekannya tidak peduli dan menjadi kelompok yang tidak memihak dengan kemelut politik saat itu. Mereka lari ke gunung dan pergi ke tempat-tempat sepi terpencil. Kalau penulis menyimpulkan kontemplasi ala raja-raja Jawa seperti pendeta-pendeta hinduisme. Mereka paham waktu itu posisi benar-benar terjepit. Kebersamaan dan pengalaman itulah lahir istilah pencinta alam, yaitu Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Prajnaparamita FSUI. Di Tahun 1971 nama Prajnaparamita dilepas diganti dengan Mapala UI.

Alhasil dari bangsa yang euforia ini bermunculan organisasi pencinta alam baik dari kampus dan diluar kampus.

Kegiatan mereka hanya berlarian ke gunung, ke goa, ke tebing hanya untuk menikmati alam. Jaman abad ini sudah berubah namun masih ada saja organisasi pencinta alam baik dari kampus dan masyarakat yang bergiat untuk naik gunung, ke goa, arung jeram, ke tebing atau pendidikan seperti gaya militer, menggampar seenaknya calon peserta dengan alasan biar berdisiplin seperti militer. Padahal pendidikan ala militer dewasa ini dengan kekerasan sudah mulai dikurangi.

Memang hutan Indonesia belum parah meski terlihat parah atau sungai-sungai masih belum tercemar hingga bisnis olah raga arus deras pun menjamur atau gunung masih ada tempat menarik meski jauh paling atas, goa-goa masih banyak yang bagus, tebing-tebing masih menjulang tinggi toh mereka hanya santai-santai saja atau tidak perduli sama sekali lebih mementingkan event-event kejuaraan atau pelatihan-pelatihan yang tidak ada hubungannya dengan makna dari pencinta alam. Sangat tragis benar.

Apa ada yang salah dari Almarhum Soe Hok Gie dan kawan-kawan lamanya hingga penerusnya hanya mementingkan kepuasaan sesaat atau kode etik pencinta alam Se-Indonesia yang syahkan bersama dalam gladian ke-4 yang setiap kegiatan wajib dibacakan setiap kegiatan seperti maksud dari pesannya Pencinta Alam Indonesia adalah sebagai dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa dan Tanah Air. Dengan kesadarannya mereka (Pencinta Alam) menyatakan pada poin 2 yang isinya memelihara alam beserta isinya menjadi ucapan atau janji tanpa makna (Lip Service).

Namun hasilnya pun hutan tetap gundul, satwa liar makin lama makin punah, bencana lingkungan mulai bermunculan, bahkan pemanasan global yang dibicarakan setiap negara dan para aktifis lingkungan dari LSM dengan gencarnya mencari solusi. Sedangkan organisasi yang namanya Pencinta Alam belum menunjukan taringnya untuk peduli terhadap lingkungan. Bahkan hanya bisa dihitung oleh jari organisasi pencinta alam yang peduli terhadap lingkungan. Atau menurut saran respon dari pembaca tulisan Quo Vadis Pecinta Alam yang ditulis penulis mending diganti saja nama pencinta alam dengan nama jenis petualang. Biar tidak terjadi pembiasan makna dari kata Pencinta Alam.

Alhasil, makin sepinya minat pemuda sekarang untuk masuk organisasi pencinta alam. Tradisi lama masih dipakai tidak ada formulasi-formulasi baru untuk merefleksikan kegiatan-kegiatannya. Atau organisasi pencinta alam dewasa ini telah bangga dengan “establishment” (kemapanan). Kebiasaan-kebiasaan lama yang harus ditinggalkan malah terus diulang-ulang saja seperti pendidikan dengan kekerasan atau perbedaan yang antara senior dan yunior, pendendaman akibat dari pendidikan yang keras, menebang pohon untuk simulasi SAR, atau pembukaan jalur. Meski kecil namun tetap saja kita memberikan pendidikan yang tidak baik terhadap masyarakat sekitar gunung atau hutan.

Pernah penulis ditanya saat masuk organisasi mahasiswa pencinta alam waktu masih kuliah dulu oleh senior, apa tujuan anda masuk pencinta alam? Penulis menjawab ingin mengenal alam lebih dekat. Namun, ketika pendidikan tidak dikenalkan dengan alam malah disiksa di bentak meski tidak ada kekerasan fisik, membuka jalur hutan dengan parang seperti kesatria.

Ironisnya, bencana-bencana alam tidak separah di jaman itu. Namun saat ini kita mendengar dan merasakan dampak dari penyakit lingkungan seperti pemanasan global, banjir, longsor, tsunami, belum lagi penyakit-penyakit aneh lainnya. Apa kita sebagai pencinta alam terus merenung naik gunung?Apa kita sebagai pencinta alam masih saja manjat memenuhi kepuasaan jiwa? Apa kita sebagai pencinta alam terus menelusuri goa?Apa kita sebagai pencinta alam terus pergi keriam berarung jeram melintasi sungai?Apa kita sebagai pencinta alam bangga dengan ucapan sebagai penikmat alam? Waktunya kita bergabung dan belajar dari organisasi-organisasi non pemerintah, masyarakat dengan kearifan tradisional sekitar hutan yang peduli terhadap lingkungan untuk melakukan sinergi bersama mencari solusi tentang kerusakan alam. Ini tugas semua pencinta alam Indonesia di abad 21 ini. Waktunya meninggalkan dunia petualang…

| beritahabitat.net |

Ditulis dalam para pecinta alam | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | 5 Comments »

PALASTI . . perjalanan para pecinta alam . .

Posted by palasti pada 11 Juli 2009

palasti, perjalanan para pecinta alam . .

Seperti yang dikutip oleh seseorang, perjalanan adalah langkah-langkah yang sudah kita kerjakan, sedang kita kerjakan dan akan kita kerjakan. Entah perjalanan itu memberi efek baik ataupun sebaliknya, yang tentunya berharapan memberikan kebaikan.

Mengapa dituliskan PALASTI.. perjalanan para pecinta alam..

Pertama kali menapaki dunia pecinta alam, ada sebagian orang yang belum membayangkan seperti apa dunia pecinta alam. Mungkin yang ada di benaknya hanyalah mendaki gunung dan menempuh rimba. Pergi berkelana dengan memberikan kesan arogan pada dirinya. Bangga bahwa ‘saya’ sudah mendaki gunung, melewati hutan dengan berbagai rintangan dan mencapai puncak gunung. Kemudian akan bercerita kepada semua orang bahwa saya berhasil. Bercerita tentang bagaimana hebatnya saya dalam perjalanan itu, betapa temannya sangat bodoh untuk melewati rintangan itu, betapa mudahnya gunung hutan itu saya lewati dengan dinginnya suhu dan kekuatan yang saya miliki.

Dan mungkin semua itu tidak ada dalam pikiran anda…

Saya mengerti bagaimana menjadi seorang pecinta alam.. saya tau bagaimana prosesnya. Mulai dari memiliki niat, memantapkan diri untuk menjadi pecinta alam, mendaftarkan diri pada organisasi terkait, mengisi formulir, menyelesaikan adminitrasi, mengikuti pendidikan dasar, mengikuti masa bimbingan, melakukan pengembaraan, dan akhirnya menjadi salah satu anggota para pecinta alam.

Selesaikah proses itu,,
Tentu saja masih ada,, saya harus menjadi anggota aktif, mengikuti perkembangan organisasi dan menjadi salah satu pengurusnya. Disamping menambah ilmu tentang kepecintaalaman, juga untuk mengasah kemampuan yang dimiliki. Akan menjadi apa di organisasi..

Semua dijalani dengan rasa tanggung jawab yang dimiliki..

Waktu berlalu,,

Banyak hal yang terjadi,,

Ada yang meninggalkan untuk berbagai macam kepentingan,, ada yang mempertahankan demi idealisme yang berkepanjangan..

Momentum itupun datang,, yang meninggalkan dan yang mempertahankan bertemu demi menyelamatkan,, kemudian menghasilkan kesepakatan bahwa ‘perjalanan masih ada,,’

sampai dimanakah perjalanannya…??

tulis komentar anda ..

Ditulis dalam para pecinta alam | Dengan kaitkata: | 2 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.