BROMO TENGGER SEMERU
Posted by palasti pada 21 Juli 2009
TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
Salah satu dari jutaan hasil karya Penguasa Alam Semesta …

Ditunjuk sebagai taman nasional sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha. Secara administratif pemerintahan termasuk Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Lumajang dan Malang Propinsi Dati I Jawa Timur.
Potensi Kawasan :
Keadaan topografi bervariasi dari bergelombang dengan lereng yang landai sampai berbukit bahkan bergunung dengan derajat kemiringan yang tegak. Ketinggian tempat antara 750 – 3.676 m dpl. Dengan puncak tertinggi G. Semeru 3.676 m dpl. (merupakan gunung tertinggi di P. Jawa) dan terdapat 4 buah danau dan 50 buah sungai.
Suhu udara berkisar antara 3 s/d 20 derajat Celcius, curah hujan rata-rata 6.604 mm/tahun dan kunjungan terbaik pada bulan Juli – Agustus.
Memiliki tipe ekosistem sub montana dan sub alphin dengan pohon-pohon yang besar dan tinggi berusia ratusan tahun seperti dari famili Fagaceae, Moraceae, Sterculiaceae di samping jenis flora lain yaitu Jamuju (Dacrycarpus imbricatus), cemara gunung (Casuarina sp.), Cemara (Casuarina junghuhniana), Eidelweiss (Anaphalis javanica) serta + 200 jenis anggrek galur murnI, dan jenis rumput langka (Styphelia pungieus).
Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini terdiri dari 137 jenis aves, 22 jenis mamalia, dan 4 jenis reptilia antara lain Elang garis dagu (Accipiter virgatus), Merak (Pavo muticus), Rusa (Cervus timorensis), Ajag (Cuon alpinus), Macan tutul (Panthera pardus), luwak (Pardofelis marmorata), rusa (Cervus timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak ), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus ), ajag (Cuon alpinus ); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus ), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.
Di laut pasir ditemukan tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan dan mengancam kehidupan manusia di sekitarnya (± 3.500 jiwa).
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Budaya :
Suku Tengger yang berada di sekitar taman nasional merupakan suku asli yang beragama Hindu. Menurut legenda, asal-usul suku tersebut dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Uniknya, melihat penduduk di sekitar (Suku Tengger) tampak tidak ada rasa ketakutan walaupun menge-tahui Gunung Bromo itu berbahaya, termasuk juga wisatawan yang banyak mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada saat Upacara Kasodo.
Upacara Kasodo diselenggarakan setiap tahun (Desember/Januari) pada bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung
Bromo, sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.
Perebutan sesaji tersebut merupakan atraksi yang sangat menarik dan menantang sekaligus mengerikan. Sebab tidak jarang diantara mereka jatuh ke dalam kawah.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi :
- Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.
- Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit.
- Pananjakan. Melihat panorama alam gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru.
- Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).
- Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.
Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Oktober dan bulan Desember s/d Januari.
Cara pencapaian lokasi:
- Surabaya – Malang – Tumpang – Gubuk Klakah, 120 km.
- Surabaya – Tongas – Sukapura – Cemorolawang, 143 km.
- Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km,
- Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km,
- Jemplang-Ranu Pani-Ranu Kumbolo, 16 km.
- Atau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km.
- Dari Malang ke Ranu Pani menggunakan mobil sekitar 70 menit, yang dilanjutkan berjalan kaki ke Puncak Semeru sekitar 13 jam.

Kegiatan yang ditawarkan :
Penelitian, obyek wisata alam (kaldera tengger, sumur/gua lava, G. Bromo dan Gunung Pananjakan, danau), pendakian, sunrise, melihat Gunung Bromo, berkemah, wisata budaya.
Fasilitas yang tersedia :
Kantor, pondok kerja, menara pengintai, wisma tamu, jalan trail, bumi perkemahan dan lain-lain.
Informasi lainnya :
- Sudah ada pengusahaan pariwisata alam PT. Bromo Permai.
- Gunung Bromo dan Gunung Semeru merupakan gunung yang masih aktif.
- Terdapat peninggalan sejarah yang diduga dari Kerajaan Majapahit.
Kantor : Jl. Raden Intan No. 6 Kotak Pos 54, Malang 65100, Jawa Timur Telp. (0341) 491828; Fax. (0341) 490885
Jl. Panda No. 8, Malang Telp. (0341) 551040
E-mail : tn-bromo@malang.wasantara.net.id
Penyempurnaan Data Potensi ODTWA Taman Nasional BROMO TENGGER SEMERU
Dinyatakan Menteri Pertanian, tahun 1982
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 278/Kpts-VI/97 dengan luas 50.276,2 hektar
Ditetapkan —-
Letak Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kab.Lumajang, dan Kab. Malang, Provinsi Jawa Timur
Temperatur udara 3° – 20° C
Curah hujan Rata-rata 6.600 mm/tahun
Ketinggian tempat 750 – 3.676 m. dpl
Letak geografis 7°51’ – 8°11’ LS, 112°47’ – 113°10’ BT
| sumber : dari berbagai sumber |
————————————————————————————————
Gunung bromo sudah pernah disinggahi oleh beberapa anggota PALASTI. Mereka telah berbagi pengalaman tentang pendakiannya. Dan bagi kawan-kawan pencinta alam, pendaki gunung, penempuh rimba, wisatawan, serta anggota PALASTI lainnya yang belum dan hendak mendaki gunung Bromo, semoga postingan tersebut bisa bermanfaat.
JANGAN LUPA UNTUK SELALU MENJAGA KELESTARIAN ALAM ..
————————————————————————————————
| 14 Jul 2009 PENGUMUMAN PENDAKIAN GN.SEMERU |
| P E N G U M U M A N No.: PG. 424/21/BT-1/2009Menarik surat kami No. S.1001/21/BT-1/2008 tanggal 31 Desember 2008. Hal Penutupan Penutupan Pendakian Gunung Semeru dan Pengumuman No. PG.1000/21/BT-1/2008 tentang Penutupan Pendakian Gn. Semeru secara total, dengan ini disampaikan bahwa saat ini status keaktifan Gunung Semeru berada pada level �SIAGA LEVEL III�. Berdasarkan hasil rapat koordinasi antar instansi terkait pada tanggal 13 Mei 2009 di Kantor Bidang PTN Wilayah II dan laporan hasil survey yang kami lakukan bersama Tim SAR Kabupaten Lumajang secara fisik maupun faktor cuaca pada sepanjang jalur pendakian ke G. Semeru sudah memungkinkan untuk dilakukan pendakian terbatas. Maka dengan ini diumumkan bahwa sejak tanggal 6 Juni 2009 kegiatan pendakian Gunung Semeru (3.676 m.dpl) SEMENTARA DIBUKA KEMBALI TETAPI PENDAKIAN HANYA SAMPAI WILAYAH KALIMATI DAN DIWAJIBKAN MEMBAWA SURAT KETERANGAN SEHAT DARI DOKTER. |
| 16 Apr 2009 BERITA G. SEMERU |
| Status G. Semeru berdasarkan surat Kepala Pos Pengamatan Gunung Api G. Semeru Nomor. BS/03/PGA/GS/2009 tanggal 2 April 2009, Hal : Berita Gunung Semeru Bulan Maret 2009, masih dalam status Siaga (Level III) dan tertutup untuk pendakian. Berdasarkan analisis data visual maupun seismik, Aktifitas G. Semeru cenderung terjadi penurunan jumlah Gempa Letusan bila dibandingkan dengan bulan Januari, akan tetapi ada peningkatan pada jenis Gempa Vulkanik Baik Dalam Maupun dangkal. |
| 16 Apr 2009 Upaya Rekonstruksi Dan Konservasi Sumber Air Jengglong, Pelus Dan Kajar Kabupaten Malang-Jawa Timmur |
| PENDAHULUAN. LatarbelakangSemakin padatnya populasi manusia dan semakin meningkatnya kebutuhan lahan & kayu bakar di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Malang pada khususnya, menyebabkan terjadinya perambahan lahan dan pengrusakan sumberdaya alam hayati, khususnya vegetasi yang ada, menyebabkan semakin menurunnya ketersediaan kualitas maupun kuantitas air di Kabupaten Malang ini.
Dengan semain berkurangnya ketersediaan kualitas & kuantitas sumber air di Kabupaten Malang ini, para pihak terkait yang terdiri dari PDAM Kabupaten Malang, BBTN BTS, Perum Perhutani KPH Malang, dan ESP berupaya untuk membuat program untuk rekonstruksi dan konservasi sumber air yang ada di Kabupaten Malang. Sumber-sumber air di Kabupaten malang yang dibidik untuk direkonstruksi dan dikonservasi oleh para pihak terkait tersebut adalah : Jengglong, Pelus, dan Kajar. |
| 18 Mar 2009 HARI BHAKTI RIMBAWAN KE-26 TAHUN 2009 |
| Tanggal 16 Maret 2009 merupakan Hari Bhakti Rimbawan Ke-26. Tahun 2009 ini seperti tahun sebelumnya perayaannya diikuti 9 instansi kehutanan se-Malang Raya yaitu Balai Besar TN.BTS, Biro Perencanaan dan Pengembangan SDH Perhutani Unit II Jatim, UPTD Taman Hutan Raya R. Soerjo, KPH Malang, KPH Pasuruan, Dinas Kehutanan Kab. Malang, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemerintah Kota Batu, BP DAS Brantas Stasiun Malang, Resort KSDA Malang. |
| 09 Feb 2009 SERAH TERIMA KAWASAN |
| S I A R A N P E R S Nomor: S.57/PIK-1/2009 ENAM TAMAN NASIONAL MEMPEROLEH PERLUASAN KAWASAN Pada tanggal 29 Januari 2009, bertempat di Ruang Rapat Utama Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, dilaksanakan acara serah terima pengelolaan kawasan perluasan areal 6 taman nasional yang sebelumnya dikelola Perum Perhutani, yaitu Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru, TN Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Halimun Salak , TN Gunung Merapi, dan TN Gunung Ciremai. Acara serah terima dilaksanakan oleh Plt Direktur Utama Perum Perhutani, DR. Ir. Upik Rosalina Wasrin, DEA. dengan Direktur Jenderal PHKA, Ir. Darori, MM. |
| 24 Nov 2008 ACARA PELUNCURAN (LAUNCHING) CDM |
| ACARA PELUNCURAN (LAUNCHING) PROYEK REFORESTASI KAWASAN KONSERVASI MELALUI MEKANISME AFORESTATION/REFORESTATION CLEAN DEVELOPMENT MECHANISM (CDM) DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU TELAH DILAKSANAKAN PADA HARI RABU, TANGGAL 12 NOVEMBER 2008, DIHADIRI OLEH MENTERI KEHUTANAN, DIRJEN PHKA DAN PARA PEJABAT ESELON I SERTA STAF AHLI MENTERI KEHUTANAN, DIRECTOR AND SENIOR MANAGING EXECUTIVE OFFICER SUMITOMO FORESTRY CO. LTD, DIREKTUR UTAMA BANK BNI 46, PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR, KABUPATEN PROBOLINGGO, PASURUAN, LUMAJANG DAN KABUPATEN MALANG, DENGAN JUMLAH UNDANGAN + 150 ORANG. |
| sumber : http://www.bromotenggersemeru.com |
————————————————————————————————

Iwaro berkata
Mantapp !!!
palasti berkata
Ya .. !! terima kasih,,, semoga bermanfaat postingannya,,
Selamat ulang tahun ya buat beberapa pengurusnya di Iwaro FC..
semoga semua yang diharapkan terkabul..
IWARO FC terus maju !!
Iwaro berkata
Trim ucapannya, jadi kangen ke semeru
palasti berkata
iya nihh,, semeru menunggu bpk Q-way dan IWARO-FC,, jangan lupa ajak kawan2 PALASTI,,